Aku dan Dia

Oleh: Aralya Seraquin

Aku tertegun sejenak. Baru saja tadi, ekor mataku menangkap sosok seseorang yang familiar. Napasku sedikit tertahan. Aku memberanikan diri untuk benar-benar menengok. Barangkali penglihatanku sedang menipuku barusan.

Deg!

Oh, ternyata benar dia. Hatiku seketika berdesir. Ingatan lama kembali menguak di kepalaku. Tiba-tiba saja, gaun cantik yang ada di tanganku kehilangan daya tariknya bagiku.

Satu ... Dua ... Tiga ...

Aku menengok sekali lagi. Kali i...

Baca selengkapnya →