Aku tertegun sejenak. Baru saja tadi, ekor mataku menangkap sosok seseorang yang familiar. Napasku sedikit tertahan. Aku memberanikan diri untuk benar-benar menengok. Barangkali penglihatanku sedang menipuku barusan.
Deg!
Oh, ternyata benar dia. Hatiku seketika berdesir. Ingatan lama kembali menguak di kepalaku. Tiba-tiba saja, gaun cantik yang ada di tanganku kehilangan daya tariknya bagiku.
Satu ... Dua ... Tiga ...
Aku menengok sekali lagi. Kali i...