Warisan Turun Temurun

Oleh: Alifia Sastia

Tahun 1985, umurku 8 tahun. Bapak dan ibu tidak bisa membawaku pergi ke sekolah. Katanya aku cukup di rumah saja menemani ibu yang sedang hamil besar. Jika azan duhur berkumandang, aku pergi mengantarkan rantang tiga tingkat ke tempat bapak bekerja.

Ketika bapak makan bersama rekan-rekannya, diam-diam aku mengambil segenggam cengkeh yang sudah dipetik oleh pekerja, lalu memasukkannya ke dalam saku celana hingga penuh. Bapak yang menyuruhku melaku...

Baca selengkapnya →