Karin berkeriau ketika tiba-tiba listrik di rumahnya mati. Gelap. Ibu dan ayah Karin langsung bergegas ke kamar Karin. Berbekal cahaya dari flash handphone, mereka mendapati anak semata wayangnya itu sedang duduk melindungi wajahnya dengan siku di sudut tembok. Keringat sebesar biji kacang hijau memenuhi dahinya, beberapa menetes ke pipi hingga leher Karin.
"Enggak apa-apa, Nak. Ada ibu dan ayah di sini," ucap ibu sambil memeluk dan mengelus-el...