Calon Pengantin

Oleh: Rudi Rustiadi

Subhan menjulurkan satu per satu kakinya ke lantai dengan amat hati-hati dari jendela yang baru saja ia cungkil dengan linggis kecil. Angin malam Gunung Karang menyusup pelan, mengibaskan gorden. Pelan-pelan, dengan napas ditahan, Subhan menutup kembali jendela itu. Langkahnya menapak lantai marmer dengan ringan.

Malam ini Subhan tidak mengenakan baju kebesarannya sebagai tukang servis elektronik keliling. Ia berpakaian serba hitam, tudung hoodie ...

Baca selengkapnya →