KOLOR RIJEK

Oleh: Keita Puspa

Marice kaget ketika mendapati harga kolor serupa dengan yang dia pakai sehari-hari. 

Pedagang itu berteriak, “Lima belasan! Lima belasan!”

Padahal dalam ingatan Marice, kolor yang terbikin dari sisa-sisa potongan bahan itu hanya gocengan. 

Marice menyimpan keterkejutannya baik-baik di kepala. 

Seorang ibu menyelanya, mengambil dua potong kolor bercorak bunga-bunga yang berlainan warna antara depan dan belakang.

Marice tak ingin kalah. Dia menar...

Baca selengkapnya →