Marice kaget ketika mendapati harga kolor serupa dengan yang dia pakai sehari-hari.
Pedagang itu berteriak, “Lima belasan! Lima belasan!”
Padahal dalam ingatan Marice, kolor yang terbikin dari sisa-sisa potongan bahan itu hanya gocengan.
Marice menyimpan keterkejutannya baik-baik di kepala.
Seorang ibu menyelanya, mengambil dua potong kolor bercorak bunga-bunga yang berlainan warna antara depan dan belakang.
Marice tak ingin kalah. Dia menar...