Jas Hujan

Oleh: Alifia Sastia

Ketika hujan tiba dan bapak hanya membawa satu jas hujan kelelawar, aku terpaksa menjadi korban. Badanku tertutup jas hujan dengan kepala menunduk. Aku tidak bisa melihat jalanan. Hanya bisa melihat tetesan hujan yang mencium aspal. Posisi yang tidak nyaman ini membuat leherku sakit sekali.

Bapak hanya diam di sepanjang jalan. Motornya dikendarai begitu pelan. Sepanjang perjalanan tanganku mencoba keluar mengecek kuantitas hujan sambil menebak-neb...

Baca selengkapnya →