Semua Untuk Anya

Oleh: Farah Maulida

​"Nanti kita beli ya..."

​"Nanti bisa jadi milik kita, kok."

​"Nanti pasti akan kesampaian juga."

​Sederet kalimat itu adalah mantra yang selalu diucapkan Bapak. Sebuah janji yang digantungkan di awang-awang setiap kali aku melapor bahwa buku tulisku sudah habis, atau saat aku tertunduk lesu karena seragam olahragaku jadi yang paling beda serta paling kusam di antara teman-teman sekelasku yang lain, atau ketika beberapa guru menegur agar ora...

Baca selengkapnya →