“Aku bisa mengabulkan permintaanmu dalam satu jentikan jari.” Miko mengatakannya penuh percaya diri. Ia baru saja memamerkan sebuah cincin antik dari perunggu. Ada semacam motif atau ukiran yang tak bisa kulihat dengan jelas. Cincin itu sekarang melingkar pada jari manis Miko berkat seorang kolektor barang antik yang tiba-tiba memberinya secara cuma-cuma.
“Jaman sekarang, masa masih ada yang begituan?” tanyaku tidak percaya. “Coba buktik...