"Kenapa, toh, le?" tanyaku pada seorang pemuda yang duduk bertopang dagu di kursi trotoar.
Ia tak menyadari kehadiranku makanya ia gelagapan saat aku menepuk pundaknya. "Oh, tidak, tidak apa-apa, Pak," katanya.
"Ndak, papa. Saya mau dengar kalau kamu mau cerita. Lagi pula saya suka dengar keluhan-keluhan masyarakat. Mereka suka menyampaikan aspirasinya, cuma, pejabat mana yang mau dengar orang kecil seperti mereka?"
Dahi pemuda itu mengerut dan mend...