Dialah si bungsu kami. Di antara empat bersaudara, laki-laki semua selain dia, dia paling sering dipuja. Katanya matanya seperti anggur yang menggoda, manis sekaligus menuntut pengendalian diri agar tidak mabuk saat mereguknya.
Berulangkali Bapak dan Ibu kuingatkan. Jangan sampai lengah dengan pujian orang-orang. Jangan sampai pongah juga karena anak perempuannya jadi kembang yang diperebutkan. Ibu harus mengajarinya untuk tetap waspada dan Bapak ...