Pelukanmu menghangatkanku.
Betapa eratnya rangkulan dan rasa maaf atas tumpahnya darah dari perutku. Tubuhku tidak lagi bisa bergerak, gemetar napasku membuatmu makin sesenggukan mengulang ampunan maaf.
Ratusan air mata jatuh ke wajah, yang kini menatap kedua mata biru cerah seperti langit di atas kita berdua. Kedua matamu bertambah cerah saat menangis. Aku terbaring lelah, telingaku yang tajam membisu tertutup. Bagai para mangsa yang hanya jadi si...