Di balik pintu darurat, urat-urat kita teregang dan menegang. Titik buta yang kita pilih jadi titik temu kita berdua. Kita beradu dalam bayang-bayang malam. Kita menyisih ke dalam remang. Sayang, ternyata pintu ini tidak bisa menyembunyikan tanda-tanda kehamilan dan kita terpaksa pulang mengenakan malu yang payah hilang.