Debat Semangkuk Bubur

Oleh: Mashan

Pagi ini terasa lebih dingin karena hujan semalaman. Pemilikku mengusap seluruh tubuhku dengan telaten, menghilangkan sisa kerak yang sempat menempel. Aku kembali licin, bersih, dan siap diisi.

Ia menjajarkanku bersama teman-temanku di atas meja gerobak. Kami berbaris rapi, menunggu giliran. Menunggu hangat. Menunggu penuh.

Dari dalam dandang, uap bubur naik perlahan—aku sudah bisa membayangkan rasanya ketika panas itu dituangkan ke dalam tubuhku...

Baca selengkapnya →