Secangkir Cokelat Panas

Oleh: Reveniella

Aku kembali ke halte ini untuk mengakui satu hal: aku gagal lagi memasukan lamaran kerja ku. Kali ini, kualifikasiku kurang memumpuni.

Aku duduk di bangku besi yang masih sama dinginya seperti terakhir kali aku duduk disini bersama mu. Waktu itu kita tertawa keras, dan yakin bahwa ini adalah jalan yang terbaik dan membawa kita ke tempat yang sama.

Kita bahkan tidak sempat memikirkan kemungkinan lain -bahwa suatu hari lagi aku tidak akan kesini lagi...

Baca selengkapnya →