Sudah tidak terhitung berapa kali Rara mengunjungi kakaknya. Dia tidak pernah absen meskipun harus menempuh perjalanan berjam-jam. Kali ini Rara bersama Ibunya. Mereka membersihkan pusara itu; tanah yang berwarna merah dengan bunga kering di atasnya. Rara dan Ibunya mengganti bunga kering itu dengan bunga segar sembari mengatakan, “Kak, kami datang lagi.”
Berkali-kali Rara menaburkan bunga, berkali-kali pula Rara bertanya dengan suara lirih, ..