Dua Potong Kue Bulan

Oleh: Indah Leony Suwarno

Hujan deras sudah mengguyur sejak satu jam yang lalu. Angin yang dibawanya benar-benar dingin. Aku merapatkan jaket dengan tangan kiri, memeluk diri sendiri. Tangan kananku memegang payung yang sebenarnya sudah bocor di sisi belakang—membuat rambutku sedikit basah.

 

Aroma tanah basah yang menguar masuk ke hidung. Aku menghirupnya dalam-dalam. Berharap bisa mencuci otakku yang penuh sekali. Sampai-sampai dengung lebah sudah tidak punya ruang ...

Baca selengkapnya →