"Siapa kalian?"
"Kami adalah orang-orang yang punya kesenangan sama sepertimu." Laki-laki tambun itu menyeringai.
"Maksudmu?"
"Kita suka luka, tangisan dan jerit ketakutan. Kita sama-sama suka... darah." Matanya berkilau.
Aku meremas sebilah pisau hingga gemetar. Cairan merah yang membasahinya masih segar sama seperti merah yang menggenang di lantai milik laki-laki yang kupanggil papah.
"Selamat! Kamu telah berhasil menyelesaikan misi pertama."
Merek...