Alarm berbunyi tepat pukul lima pagi.
Aku terbangun dengan satu pikiran yang sama seperti hari-hari sebelumnya.
Bagaimana kalau hari ini aku berangkat ke sekolah bersamanya?
Aku berdiri di depan cermin, menyisir rambut panjangku perlahan. Senyum kecil terukir tanpa sadar saat membayangkan berjalan berdampingan dengan Reyhan cowok paling populer di kelasku.
“Renaa, sudah jam enam! Kok belum berangkat?” suara Mama membuyarkan lamunanku.
“Iya, Ma..