“Faira? Baby, are you alright? You’ve been there for almost an hour. I’m starting to worry.”
Suara Hero menyapa dari balik pintu kamar mandi, diikuti ketukan pelan yang sarat akan kecemasan sejak tadi.
Sedangkan Faira sudah nyaris tidak punya tenaga untuk menyahut kekhawatiran Hero, memberi kepastian bahwa dirinya baik-baik saja.
Karena dunia Faira sendiri kini sedang runtuh tak berdaya.
Sekujur tubuhnya masih bergetar hebat, seakan seluruh...