Setumpuk uang ada di atas meja dapur.
Kakak menundukkan tubuhnya, memajukan kepalanya, dan menatap dengan khidmat.
"Ada itu mungkin 100 juta." Ucapnya.
Aku menggelengkan kepala. "Tidak, terlalu banyak. Itu cuma 50 juta." Balasku. Ia menoleh padaku dan merenggangkan punggungnya.
"Mau bertaruh?"
"Aku mana punya uang..." Kutarik kursi dan menjatuhkan diri ke dalamnya. "Terakhir kali aku punya juga itu untuk berobat bapak."
"Masa iya habis sama sekali?"
Ak...