“Ta.”
Kepala Tata menoleh, mencari sosok yang barusan memanggil namanya. Tak jauh dari tempatnya berdiri, seorang laki-laki dengan kemeja hitam berjalan ke arahnya, tapi bukan dia yang membuat mata Tata melebar saat ini. Beberapa langkah di belakangnya, seseorang berdiri diam. Mata mereka bertemu, bahkan ketika Tata melihat ke arahnya, laki-laki itu tak berpaling. Dan dalam satu detik yang terasa panjang, sesuatu dalam dadanya seperti ditarik...