"Menurutmu kita apa Lentera?" pada kaca jendela ketika jemari lentiknya mengusap embun yang hendak menembus cahaya.
"Kita? Sepasang kekasih yang bercinta di luar angkasa!" jawabku sembari mengingat denting piano yang mengakarkan cahaya pada kegelapan paling agung. Nyatanya, setiap bintang yang bersinar di semesta hanya bisa menampakkan wajahnya tersebab selimut hitam dan kelabu tanpa batasan.
"Lagu siapa itu ya? Emmm... Frau? Sebentar, aku ingat la...