Dua Senyum

Oleh: Rani

Kami berdiri berhadapan dengan senyum sama lebarnya, meskipun menyimpan arti yang mungkin berbeda. Ramai orang mengelilingi kami. Dengan paras tampan pria di hadapanku ini, semua tatap mata melihatnya sebagai tokoh utama paling bahagia.

Ucapan bahagia terdengar dari berbagai arah membuat priaku ikut tertawa. Entah yang sekadar "Selamat, ya," atau yang disertai doa "Semoga sakinnah, mawaddah, warohmah," hingga yang diselingi candaan "Malem pertama ...

Baca selengkapnya →