Dahlia

Oleh: Jasma Ryadi

Pagar bambu di halaman rumah itu sudah mulai melapuk. Fondasinya tak lagi membentuk sekat yang simetris. Namun, di baliknya, ada yang dipaksa berdiri menadah ke langit. Kelopaknya kuning keemasan, warna yang terlalu terang, seolah sengaja menyerap cahaya matahari pagi agar batangnya kokoh lebih cepat. Ia tampak merona dalam isolasi diri.

Aku menyandarakan sepeda jengki tua di batang pohon mangga. Dari jarak lima meter, aku memperhatikannya denga...

Baca selengkapnya →