Datang

Oleh: Jasma Ryadi

“Dia datang,” ucap Ibu dengan suara serak dan menggigil.

Setiap malam, selepas magrib, selama dua tahun terakhir, Ibu selalu berkata seperti itu. Kadang, aku menangis ketakutan. Kadang, aku hanya mengangguk, membenarkannya dalam hati. Namun, sesekali aku berbicara dengan nada tinggi kepadanya, bersikeras bahwa tidak ada siapa pun di luar—lalu menyeretnya ke kamar.

Malam ini, aku tidak tahu harus menjadi yang mana.

Pintu depan sama sekali t...

Baca selengkapnya →