Aku punya teori bahwa manusia itu seperti frekuensi radio. Ada yang memancar sangat kuat sampai suaranya memenuhi ruangan, dan ada yang frekuensinya begitu tipis sampai orang lain menganggapnya hanya derau statis.
Lalu, di mana posisiku? Ya, aku ada dalam ruang yang kedua.
Maya satu-satunya orang yang terkadang mencoba memutar kenop radionya untuk mencariku. Kami berteman sejak kuliah. Selalu duduk berdampingan di kelas. Saling mengejek dan...