“Ada apa sebenarnya, ma?!”
“Cinta. Sayang. Tolong! Mama tidak bisa jawab apapun saat ini!”
Melati Kartika bersama putri satu-satunya yang bernama Karunia Cinta Syarif berlari menuju gudang yang terletak di halaman belakang rumah mereka. Cinta sesekali memekik kesakitan karena cengkraman tangan Kartika sangat kencang.
“Kamu tunggu disini sampai… sampai…” Kartika tidak dapat melanjutkan ucapannya. Menangis. Ia memegang kedua pipi anak ...