NYARIS menyerah Surapati mencari makanan. Bahkan di tengah hutan beton yang terbengkalai dan terkabut lumut, serangga dan hewan-hewan avertebrata lain pun tiada lagi tersisa. Zaman keserakahan tak hanya bikin mual, tapi juga bikin muak. Manusia tidak lagi mengenal manusia. Mereka kembali ke naluri primitifnya: yang kuat yang menang.
Manusia sejenis Surapati hanya sejumput di kota ini. Tapi Surapati masih punya harap di dada. Di suatu tempat pasti ...