Bagi Micky, waktu telah menjelma menjadi lingkaran setan yang mencekik, menghancurkan sisa-sisa garis lurus yang pernah ia gambar. Di umur tiga puluh lima tahun, ia merasa seperti mesin yang tetap menyala, meski semua fungsinya sudah rusak. Ia gagal dalam segala hal yang oleh dunia dinamai "hidup"—karier yang karam, bisnis yang meninggalkan utang, dan asmara yang menyisakan ancaman rasa trauma.
Bosan. Jengah. Kesal. Namun, tak ada tempat yang da...