Matahari Mei 2026 surut tergesa-gesa, meninggalkan bayang-bayang panjang di sudut ruang tamu yang kehilangan separuh nyawa. Rumah minimalis itu mendadak lapang, bukan karena perabotan yang berkurang, melainkan karena tawa yang tak lagi kedengaran. Arka, anak laki-laki berusia dua belas tahun, berdiri di antara sunyi yang kian meruncing. Ibunya terbaring di kamar sebelah, ringkih setelah badai kabar duka menghantam dada. Ayah tidak pulang lagi, pe...