Sore itu, abu rokok gue jatuh mendahului air mata yang malas menetes. Di pinggir jalan Melawai yang senggang akibat PSBB, aspal Jakarta terlihat jenuh, sewarna dengan langit 2020 yang buntu akibat pandemi. Dari balik masker kain yang mulai apek, napas gue terasa berat, mengembun di kaca spion motor matic tua yang spakbornya goyang sebelah. Kehilangan pekerjaan, tabungan sekarat, dan status jomblo abadi akibat ditinggal nikah oleh cinta pertama ad...