Gelas kopi instan di meja warkop berkeringat pasrah, menetes pas membasahi permukaan tripleks yang terkelupas lepas. Di seberang meja, Aris sibuk menyeka sisa sambal di jarinya dengan tisu murah gampang robek yang menyebalkan. Di sebelahnya, Nia memandangi ponsel benderang, ibu jarinya bergerak cepat menaik-turunkan lini masa tanpa membaca baris demi baris kata yang terbuang. Riuh knalpot bocor dari jalan raya menjadi latar konstan yang membosank...