Tian masuk ke sebuah toko bunga di pinggir jalan. Matanya tertuju pada seikat lili putih yang segar, bunga favorit Lana. Setelah membayar, dia memandangi bunga itu sejenak. Berharap buket sederhana di hadapannya bisa meluluhkan hati Lana.
Sepanjang perjalanan pulang, pikirannya dipenuhi kekhawatiran. Air mata Lana setelah perdebatan semalam terus terbayang di benaknya. Dia masih ingat bagaimana keluhan sederhananya tentang secangkir teh yang kuran...