Kiri, Pak!

Oleh: BANYUBIRU

  Aku berulang kali melewatkan angkot. Ada beberapa yang mencoba menawarkan tumpangan, tetapi ramainya orang di dalam membuatku ragu. Aku akhirnya memutuskan untuk menunggu angkot yang lebih jarang penumpangnya.

Saat sebuah angkot biru kosong penumpang berhenti, aku langsung memilih duduk di belakang. Berbasa-basi dengan sopir bukan bagian dari list-ku hari ini. Angkot melaju dengan perlahan. Aku menatap jalan sambil menyusun kata-kata di dalam ...

Baca selengkapnya →