Notifikasi hijau itu menyala tanpa gairah di atas kasur busa yang sprei sudutnya sudah lolos dari karet penahan. Ali tidak terburu-buru meraihnya, dia tahu persis isinya bukan lagi ketikan panjang penuh tawa, melainkan sisa obrolan seadanya yang kaku seperti kanebo kering. Di layar gawai, nama Tika tertera dengan gelembung pesan yang ringkas; sebuah balasan pendek atas ajakan makan malam yang Ali kirimkan empat jam lalu sebelum dia sibuk bergulat...