"Permisi, apakah bangku ini masih kosong?"
Aku menoleh. Seorang mahasiswa berambut putih agak panjang sudah berdiri di samping mejaku sambil menyandang ransel hitam. Karena sedikit terkejut, aku hanya bisa mengangguk pelan.
"Kalau begitu, aku duduk di sini, ya," ujarnya disusul sebuah senyuman.
Manis. Itulah hal pertama yang melintas di kepalaku saat melihat lengkungan di bibirnya. Ia lalu meletakkan tasnya di bawah kursi dan dud...