Mereka yang Menang Setiap Malam

Oleh: Ahmad Muwafiq Ainul Yaqin

Jam dua dini hari selalu terdengar seperti hujan yang lupa pulang.

Bukan karena ada air jatuh dari langit, melainkan bunyi jemari Aldi yang menari di layar ponselnya—cepat, gugup, penuh harap. Dari kamar sempit kontrakannya, cahaya biru memantul di matanya yang merah. Sesekali terdengar desahan kecil, kadang umpatan lirih, kadang tawa pendek yang dipaksa lahir.

“Ayo… sekali lagi.”

Kalimat itu sudah menjadi doa sekaligus kutukan.

Di luar, istr...

Baca selengkapnya →