KESETIAAN DI PERON DUA

Oleh: Desto Prastowo

Profesor Hanggoro meninggal pada sore gerimis, ketika kota belum tahu cara bernapas di tengah pandemi. Rumah sakit penuh. Jalanan sunyi seperti kota yang lupa fungsinya. Tidak ada perpisahan yang benar-benar utuh—hanya kabar singkat, suara telepon yang tertahan, dan hujan yang turun tanpa jeda. Orang-orang terdekatnya bahkan tidak diizinkan untuk sekadar menyapa untuk terakhir kalinya, apalagi menyentuh.

Sejak hari itu, setiap sore, seekor kucin...

Baca selengkapnya →