Hujan Terakhir di Stasiun

Oleh: Dimas Hendra

Kereta tujuan Jakarta akan berangkat lima menit lagi.

Suara pengumuman bergema lantang di seluruh peron, bersahut-sahutan dengan derit roda koper yang berlalu-lalang. Di tengah hiruk-pikuk manusia yang bergegas, hanya Aruna yang merasa waktu mendadak berjalan begitu lambat. Di hadapannya, berdiri Reno, pria yang selama empat tahun terakhir menjadi rumah bagi semua mimpi dan angan-angannya.

"Aku harus pergi."

Hanya tiga kata. Namun, tiga kata itu ter...

Baca selengkapnya →