Hari sial tidak mengenal waktu. Untukku, pindah ke Apartemen ini salah satunya. Dinding yang tipis, cat yang mengelupas seperti kulit yang telalu lama memikul cuaca, dan lift yang selalu berhenti di lantai tujuh seolah sedang berpikir akan keputusan hidupnya.
Di sebelah unitku, 14B, tinggal seorang pria bernama Arman. "Tinggal sendiri?" tanyaku waktu kami berpapasan.
Dia tersenyum kecil. "Kayaknya."
Aneh sih. Tapi orang-orang kota memang sering bica...