Bagi kebanyakan orang, kardus bekas adalah sampah. Tapi bagi Udin, bocah sepuluh tahun dengan rambut kaku ala sapu ijuk, sebuah kardus pizza adalah cetak biru masa depannya.
Kardus itu ia temukan bulan lalu di tong sampah. Masih ada bercak saus tomat dan sisa aroma keju yang menempel di ujungnya. Udin merobek logonya, membawanya pulang ke kolong jembatan.
Sebelum tidur dengan perut keroncongan, ia akan berpidato di depan adik-adiknya.
“Kalian li...