Aroma karbol dan alkohol mengantung tipis di udara, berbaur dengan hawa lembap sisa hujan di luar. Di ruang tunggu baris kedua, deretan kursi besi kelabu berderit setiap kali ada yang bergeser posisi. Saya memandangi nomor antrean di remasan jemari yang mulai berkerut oleh usia. Tujuh puluh tahun hidup, dan dinding-dinding puskesmas ini selalu terasa sama.
Tepat di depan saya, sepasang suami-istri duduk berdampingan. Sang suami duduk dengan punggu...