Secarik surat baru saja diterimanya dari pos. Amplopnya sudah basah oleh air matanya sendiri sebelum ia sempat membacanya hingga tuntas. Surat itu datang dari ibunya, yang kini berada di Mekkah.
"Bismillah, Hanafi anakku tersayang,"
Tulisan tangan ibunya yang sama seperti dulu, tapi di beberapa bagian, tinta hitam itu tampak memudar, bercampur dengan bercak yang Han tahu pasti itu air mata ibu. Ibu selalu bilang bahwa dia kuat, tetapi rindu tak bis...