Azazil

Oleh: Fahmi Irwan Utomo

Panas menyengat sejak kila mulai. Darah yang mengering mulai menyatu dengan warna tanah, hanya tersisa bau anyir. Di sinilah tempat para iblis berperang melawan semua para entitas kehidupan. Aku duduk terkapar, ditemani oleh pengawal setiaku.

“Baginda Azazil, kita sudah terdesak! Kita harus segera pergi dari area perang!”

“Sialan! Bagaimana bisa dia menusukku hanya dengan cenderasa?”

“Baginda, bukan saatnya membahas itu. Mengobati luka Bag...

Baca selengkapnya →