Aku tersentak saat gledek menyambar. Perlahan mataku pun terbuka dan aku terbangun. Dari atas ranjang aku bisa melihat langit yang tak lagi biru. Di luar sana, hujan turun dengan derasnya dan langit mulai bercahaya disusul suara yang menggelegar. Aku bangkit dan menutup cermin meja riasku dengan selimut.
MARSHAAA!!
Hampir saja jantungku copot. Suara barusan tak kalah kuatnya dengan suara gledek, melengking pula. Aku mendatangi sumber suara. Tak ...