Satu Langkah Lebih Berani

Oleh: Penulis N

Pukul enam pagi, alarm ponsel Damar kembali berbunyi.

Seperti biasanya, ia mematikannya lalu menatap langit-langit kamar kos yang bercat putih kusam. Di meja belajar terdapat buku-buku pengembangan diri yang hampir semuanya belum selesai dibaca. Di dinding tergantung daftar target tahunan yang perlahan berubah menjadi hiasan semata.

"Bulan ini harus lebih berani."

Kalimat itu sudah ia tulis sejak awal tahun.

Namun hingga pertengahan tahun, hidupnya m...

Baca selengkapnya →