Hari itu, aku dan kau duduk di kursi yang sama. Namun di meja yang berbeda. Di antara riuh dan kegaduhan, hanya kita yang merasakan waktu berhenti bergerak. Panas tubuhmu menyengat kulit punggungku. Rasanya seperti aliran listrik yang ingin terus kualirkan ke tubuhku agar terus terjaga. Hari itu tidak ada kata yang terucap. Namun dalam keheningan itu, kita menyanyikan lagu yang sama dan mendengarkan nada cinta yang mengalun pelan. Kita tahu ada g...