Langit pagi masih diselimuti warna kebiruan ketika Ardan memarkir mobilnya di depan rumah kayu yang telah kosong selama beberapa minggu. Rumah itu adalah rumah masa kecilnya, tempat ia dibesarkan oleh seorang ibu yang sederhana setelah ayahnya meninggal saat ia masih duduk di bangku sekolah dasar.
Kini rumah itu terasa sunyi.
Tidak ada lagi aroma teh hangat yang selalu menyambut setiap subuh.
Tidak ada suara sapu lidi yang membersihkan halaman.
Tidak...