"Aku benci kamu," pesanmu dipagi buta itu membuatku yakin. Kamu seorang pengecut.
Untuk sekedar mengatakan perasaanpun kau harus wakilkan dengan pesan. Cih.
Tetiba setitik air jatuh ke foto profil mu yang bergambar keluarga bahagia. Dadaku menyempit, nafasku sesak, tangisku pecah.
"Aku membencimu dengan sepenuh cintaku. Selamat tinggal." pesanmu yang baru membuat mataku buram. Lalu gelap.