Pukul dua belas malam, ruang kerja di lantai paling atas Kaizen Tower terasa begitu kedap, seolah menyerap segala kebisingan kota di luar sana. Wulan menatap layar hologram yang melayang di hadapannya dengan tatapan kosong. Di luar jendela besar itu, kerlap-kerlip lampu ibu kota tampak seperti hamparan sirkuit elektronik yang bekerja tanpa henti rapi, dingin, dan terukur.
Sebagai pewaris tunggal perusahaan teknologi terbesar di negeri ini, hidup W...